Rekomendasi Novel Agatha Christie

Palembang, 12 Agustus 2016

Nah, buat kalian yang tertarik degan novel2 Agatha Christie, berikut ini gue kasih recommendation dengan menghitung mundur novel2nya yang terbaik.

4. Buku Catatan Josephine

Novel Agatha Christie ini memang sering masuk ke dalam deretan 10 besar novel Agatha Christie terbaik. Judul aslinya adalah “Crooked House” alias “Rumah Bobrok”, sebuah julukan bagi rumah yang menjadi setting drama misteri karya Agatha Christie ini.

Charles Hayward adalah seorang tentara Inggris sekaligus putra seorang komisaris Scotland Yard yang jatuh hati pada Sophie Leonides, seorang gadis cerdas berdarah Yunani. Setelah perang usai, Charles kembali ke Inggris untuk meminang Sophia menjadi istrinya, namun Sophia ternyata sedang dirundung masalah. Kakeknya, seorang jutawan eksentrik bernama Aristide Leonides telah dibunuh. Seluruh anggota keluarga Aristide menjadi tersangka. Charles pun berusaha membantu Sophie untuk menemukan sang pelaku dengan datang ke “Crooked House” dimana tragedi itu terjadi. Satu-satunya cara untuk memecahkan misteri pembunuhan adalah dengan menemukan buku catatan milik Josephine, adik Sophia, dimana nama sang pembunuh tercantum di dalamnya. Namun ia harus cepat bertindak, karena korban-korban lain mulai berjatuhan.

Sejak awal, cerita ini tampak seperti cerita detektif pada umumnya: para anggota keluarga berkelahi memperebutkan harta warisan dan mereka semua tampaknya memiliki motif untuk membunuh sang korban. Namun kekuatan novel ini tentu terletak pada plot twistnya. Gue berani taruhan, kalian nggak bakal bisa menyangka siapa si pelaku pembunuhan yang sebenarnya. Bahkan gue sudah mencurigai SEMUA tokoh yang ada di dalam novel ini, tapi tetep aja, dugaan gue meleset. Ini benar2 membuktikan kepiawaian Agatha Christie dalam mempermainkan pikiran para pembacanya dan membawa mereka ke arah manapun yang ia mau.



3. Pembunuhan di Malam Natal

Novel ini entah mengapa kurang dihargai oleh para fans Agatha Christie dan jarang sekali disebut-sebut sebagai salah satu novel terbaiknya. Padahal ini adalah salah satu novel favorit gue. Gue udah membaca semua seri buku Agatha Christie sejak SMP dan hanya 3 judul yang hingga kini pelakunya masih melekat erat dalam benak gue, yakni “Pembunuhan di Malam Natal”, “Pembunuhan Roger Ackroyd”, dan “Sepuluh Anak Negro”.

Pada Malam Natal, seorang jutawan kejam bernama Simeon Lee mengundang seluruh keluarganya untuk pesta yang kemudian akan berubah menjadi bencana. Permainan yang ia rancang dengan mengundang anggota-anggota keluarganya yang bermusuhan berakhir dengan kematiannya sendiri. Sang detektif satu nomor satu di Eropa, Hercule Poirot pun menyelidiki tragedi ini dan menemukan bahwa sang pembunuh adalah satu-satunya orang yang tak pernah dicurigai oleh siapapun.



2. Sepuluh Anak Negro

Judul asli novel ini adalah “Ten Little Niggers” dan diubah judulnya menjadi “Ten Little Indians” ketika diterbitkan di Amerika Serikat. Namun kedua judul tersebut dirasa rasial sehingga kita lebih mengenal novel ini dengan judul yang gue rasa lebih sesuai, “And Then There Were None”.

Sepuluh orang yang tak saling mengenal diundang ke sebuah pulau terpencil. Di sana mereka menyadari bahwa masing-masing menyimpan rahasia kelam di masa lalu, rahasia yang kemudian akan mengancam nyawa mereka. Satu demi satu kemudian ditemukan terbunuh secara misterius. Mereka yang tersisa pun menyadari satu kenyataan mengerikan, pembunuhnya adalah salah satu dari mereka! Para tamu saling mencurigai, namun sang pembunuh terus beraksi, hingga tak ada satupun yang tersisa (seperti judul novelnya). Namun bahkan ketika korban ke-sepuluh pun kehilangan nyawanya, jejak kaki terdengar di luar, menandakan sang pembunuh masih berkeliaran.

Cerita ini bisa dibilang merupakan novel bergenre “slasher” pertama, walaupun tak sesadis film2 masa kini. Sekelompok orang yang terisolasi di sebuah lokasi terpencil dan terbunuh satu persatu oleh pembunuh misterius yang ternyata salah satu dari mereka ... yap, novel inilah yang pertama kali mengeksploitasi cerita semacam itu. Novel ini tak diragukan lagi menjadi novel Agatha Christie paling laris dan paling dikenal. Pelakunya tetap saja tak terduga dan trik-nya, walaupun sederhana, sangatlah cerdas.



1. Pembunuhan Atas Roger Ackroyd

Novel berjudul asli “Murder of Roger Ackyord” diakui sebagai novel Agatha Christie terbaik sepanjang masa. Kalian juga pasti akan setuju setelah membaca endingnya.

Novel ini dimulai dengan kematian Mrs. Ferrars, seorang janda yang ditemukan tewas secara misterius. Roger Ackroyd, pria yang seharusna menikahinya, mencurigai kematiannya adalah pembunuhan. Namun sebelum ia sempat mengungkap identitas yang sesungguhnya dari sang pembunuh, ia sudah keburu tewas. Sang detektif terkenal, Hercule Poirot harus menemukan sang pembunuh yang sebenarnya. Identitas sang pelaku yang sesungguhnya hingga kini masih mencengangkan siapapun yang membacanya.

Novel ini dibilang sangat inovatif dan dianggap sebagai “milestone” bagi perkembangan karya2 sastra bertema detektif. Ending novel ini saat itu memicu kontroversi besar, namun merupakan contoh sempurna untuk mengambarkan kejeniusan dan kreativitas Agatha Christie yang bisa dibilang sangat jauh melampaui masanya.

Bagaimana, tertarik membaca novel2 Agatha Christie?

sumber: http://mengakubackpacker.blogspot.com/2015/04/agatha-christie-goddess-of-mystery.html

Komentar

Postingan Populer