Penjaja Sang Saka Menjelang Agustusan

Palembang, 12 Agustus 2016

Jualan bendera membawa berkah tersendiri bagi Anton. Selain menambah pendapatan keluarga, ia bisa membayar uang sekolah anaknya.
MENJELANG HUT ke-71 Proklamasi Kemerdekan Republik Indonesia (RI), banyak aksesoris mulai terlihat di pinggir Jalan El Tari Kupang. Mulai dari bendera, banner, backdrop, umbul-umbul hingga tiang bendera. Aneka ukuran bendera dan umbul-umbul tersedia bagi para pembeli yang menyesuaikan dengan kemampuannya masing-masing.
Para penjual bendera dan aksesori lainnya menggelar dagangannya di pinggir Jalan El Tari Kupang tiga hari terakhir. Bukan tanpa alasan, para pedagang ingin meraup untung yang besar dari hasil jualan bendera menjelang perayaan HUT RI Ke-71.
"Biasanya menjelang HUT RI, banyak warga yang mencari aneka aksesori untuk dipasang di rumah, kendaraan dan kantor. Untuk itulah sejak tiga tahun lalu kami berjualan bendera dan aneka aksesori lainnya menjelang perayaan HUT RI," ujar Anton, penjual bendera yang mengaku asal Baun, Kabupaten Kupang.
Bagi Anton, berjualan bendera menjadi berkah tersendiri.
Selain menambah pendapatan keluarga, ia juga bisa membayar uang sekolah anaknya. Berjualan bendera merah putih jelang 17 Agustus, Anton meraup untung hingga Rp 2 juta dibandingkan berjualan kelapa muda yang banyak saingannya.
"Berjualan begini enaknya kami hanya duduk-duduk, sudah mendapat uang . Tidak perlu modal banyak. Tidak enaknya kalau sepi pembeli. Apalagi setiap hari kami harus keluar biaya makan dan minum," ungkap Anton.
Sebelum berjualan bendera, keseharian Anton berjualan kelapa muda di belakang Kantor Gubernur NTT. Anton melihat peluang berjualan bendera lantaran mudah dan praktis. Ia tidak perlu mengeluarkan modal banyak untuk mendapatkan bendera berikut aksesorisnya.
Untuk berjualan bendera dan aksesorisnya, Anton hanya bermodalkan meja, tali dan bambu. Sementara barang-barang yang dijualnya dikirim dari orang di Surabaya, Jawa Timur.
"Mereka mengirimkan barang-barang ini ke Kupang lalu kami menjualnya di pinggir jalan," ujar Anton.
Saat pertama berjualan bendera tiga tahun lalu, barang dagangannya ludes diserbu pembeli. Namun tahun ini, tutur Anton, para pembeli tak seramai dulu.
Ia tidak mengetahui penyebab turunnya pembeli bendera menjelang perayaan HUT RI. "Banyak yang datang melihat dan bertanya saja kemudian pergi," tutur Anton.
Meski demikian, Anton tetap optimistis barang dagangannya akan laku menjelang puncak perayaan HUT ke71 RI pada 17 Agustu 2016. Kebanyakan barang yang diserbu pembeli bendera merah putih. Untuk ukuran paling kecil yang biasa ditempel di spion kendaraan, Anton menjual Rp 5.000/lembar.
Bendera uukuran kecil harga Rp 40.000, ukuran sedang Rp 50 ribu dan ukuran besar Rp 60.000.
"Harga bendera kipas Rp 30.000, backdrop Rp 250.000 dan umbul-umbul Rp 35.000," kata Anton.
Senada dengan Anton, Andre Mbusui penjual benderanya lainnya mengaku awal berjualan bendera masih sepi pembeli. Tiga hari duduk di pinggir jalan raya dagangannya hanya laku beberapa saja. Namun ia bersabar menjajakan dagangannya di pinggir Jalan El Tari Kupang.
"Belum banyak yang laku. Kebanyakan masih tanya harga saja," kata Andre.
Tidak beda dengan Anton, Andre juga mengambil barang-barang jualannya dari Surabaya. Sistemnya saling percaya antara dirinya dengan orang di Surabaya.
"Nanti barang yang laku disetor uangnya. Sementara barang yang tidak laku disimpan dan dijual untuk tahun depan," tutur Andre. Minggus Nomleni, penjualan bendera merah putih lainnya mengaku bosnya di Surabaya mengirimkan empat karung berisi bendera dan aneka aksesoris untuk keperluan perayaan HUT RI.
Pasalnya, selama tiga tahun berturut-turut berjualan bendera selalu laris diserbu warga.
"Sekarang memang masih sepi. Biasanya ramai kalau mendekati puncak perayaan HUT RI," ujar Minggus. Tak hanya berjualan bendera, ia bersama rekannya juga berjualan bambu yang dapat dijadikan tiang bendera atau umbul-umbul. Untuk satu buah bambu dijual Rp 20.000. (muhlis al alawi)
sumber:http://kupang.tribunnews.com/2016/08/03/cerita-penjual-bendera-jelang-17-agustus-duduk-saja-bisa-mendapatkan-uang

Komentar

Postingan Populer