Makna Lagu Que Sera Sera
Palembang, 11 Agustus 2016
Siapa sih yang ga peduli masa depan? Penulis punya lagu yang penulis pikir bisalah buat kalian tenang, dan pasrah dan percaya apa yang udah atau bakal terjadi itu udah rencana Tuhan, yang hasil nya tuh udah bakal Indah, tinggal tunggu aja. Bermimpi boleh, tapi selalu inget masih ada campur tangan Tuhan disini. Penulis pikir lebih baik kita membiarkan semua apa yang terjadi di masa depan sesuai kehendak Tuhan dari pada menebak nebak apa yang bakal terjadi di masa depan. Kita tinggal berjuang dan berdoa, let it be ajalah.
Untuk lebih jelasnya, penulis kasih lirik lagu Que Sera Sera yang penulis comot dari kaskus hehe.
m.kaskus.co.id/thread/52db3781feca172d3d8b4a46/makna-dibalik-lagu-que-sera-sera/
When I was just a little girl I asked my mother, What will I be?
Will I be pretty? Will I be rich? Here's what she said to me
Que sera, sera,
Whatever will be, will be
The future's not ours to see Que sera, sera
What will be, will be.
Ketika seorang gadis kecil bertanya pada Ibunya, akan menjadi apa dia ketika dewasa nanti.
Apa menjadi cantik? Ataukah menjadi Kaya?
Sang Ibu menjawab, Apa yang terjadi, terjadilah!
Masa depan bukan untuk kita lihat. Biarlah dia mengalir apa adanya, jangan takut dan jangan menyerah.
Semangat mempersiapkan masa depan adalah kunci utama meraih kesuksesan. Tugas manusia adalah berusaha dan berdoa, namun Tuhan jualah yang menentukan akhir segalanya.
When I grew up and fell in love,
I asked my sweetheart, What lies ahead? Will we have rainbows, Day after day?
Here's what my sweetheart said Que sera, sera, Whatever will be, will be The future's not ours to see. Que sera, sera, What will be, will be.
Ketika aku beranjak dewasa dan jatuh cinta. Aku pun bertanya padanya. Akankah kita terus melihat pelangi, setiap hari dalam hidup kita? Sang kekasih pun menjawab, Apa yang terjadi, terjadilah!
Hidup seperti roda yang berputar, kadang di bawah dan kadang di atas. Langitmu akan berwarna biru cerah ketika hidup penuh dengan senyuman dan kegembiraan.
Namun kadang langit berawan hitam kelam, ketika hidup penuh tangisan dan menyedihkan. Layaknya badai yang tidak terlihat, namun mengporakporandakan.
Satu hal yang perlu diingat adalah setiap hujan lebat usai, kau bisa melihat pelangi walau tak setiap hari.
Now I have children of my own They ask their mother, What will I be? Will I be handsome? Will I be rich?
I tell them tenderly Que sera, sera, Whatever will be, will be The future's not ours to see. Que sera, sera,What will be, will be. Que sera, sera
Sekarang, aku memiliki belahan jiwaku sendiri. Ketika mereka bertanya pada Ibu mereka, akan menjadi apa aku? Apa menjadi tampan ataukah kaya?
Maka kujawab, Apa yang terjadi, terjadilah!
Dulu aku adalah anak mu. Semakin lama, semakin beranjak dewasa, aku pun jatuh cinta dan menikah. Kini, anakmu dulu telah menjadi seorang Ibu. Mengajari anaknya hal yang sama bahwa masa depan biarlah menjadi masa depan.
Jangan terlalu memikirkan bagaimana masa depanmu kelak. Akan tetapi, ukirlah masamu yang sekarang.
Duh nyes yahh..
Siapa sih yang ga peduli masa depan? Penulis punya lagu yang penulis pikir bisalah buat kalian tenang, dan pasrah dan percaya apa yang udah atau bakal terjadi itu udah rencana Tuhan, yang hasil nya tuh udah bakal Indah, tinggal tunggu aja. Bermimpi boleh, tapi selalu inget masih ada campur tangan Tuhan disini. Penulis pikir lebih baik kita membiarkan semua apa yang terjadi di masa depan sesuai kehendak Tuhan dari pada menebak nebak apa yang bakal terjadi di masa depan. Kita tinggal berjuang dan berdoa, let it be ajalah.
Untuk lebih jelasnya, penulis kasih lirik lagu Que Sera Sera yang penulis comot dari kaskus hehe.
m.kaskus.co.id/thread/52db3781feca172d3d8b4a46/makna-dibalik-lagu-que-sera-sera/
When I was just a little girl I asked my mother, What will I be?
Will I be pretty? Will I be rich? Here's what she said to me
Que sera, sera,
Whatever will be, will be
The future's not ours to see Que sera, sera
What will be, will be.
Ketika seorang gadis kecil bertanya pada Ibunya, akan menjadi apa dia ketika dewasa nanti.
Apa menjadi cantik? Ataukah menjadi Kaya?
Sang Ibu menjawab, Apa yang terjadi, terjadilah!
Masa depan bukan untuk kita lihat. Biarlah dia mengalir apa adanya, jangan takut dan jangan menyerah.
Semangat mempersiapkan masa depan adalah kunci utama meraih kesuksesan. Tugas manusia adalah berusaha dan berdoa, namun Tuhan jualah yang menentukan akhir segalanya.
When I grew up and fell in love,
I asked my sweetheart, What lies ahead? Will we have rainbows, Day after day?
Here's what my sweetheart said Que sera, sera, Whatever will be, will be The future's not ours to see. Que sera, sera, What will be, will be.
Ketika aku beranjak dewasa dan jatuh cinta. Aku pun bertanya padanya. Akankah kita terus melihat pelangi, setiap hari dalam hidup kita? Sang kekasih pun menjawab, Apa yang terjadi, terjadilah!
Hidup seperti roda yang berputar, kadang di bawah dan kadang di atas. Langitmu akan berwarna biru cerah ketika hidup penuh dengan senyuman dan kegembiraan.
Namun kadang langit berawan hitam kelam, ketika hidup penuh tangisan dan menyedihkan. Layaknya badai yang tidak terlihat, namun mengporakporandakan.
Satu hal yang perlu diingat adalah setiap hujan lebat usai, kau bisa melihat pelangi walau tak setiap hari.
Now I have children of my own They ask their mother, What will I be? Will I be handsome? Will I be rich?
I tell them tenderly Que sera, sera, Whatever will be, will be The future's not ours to see. Que sera, sera,What will be, will be. Que sera, sera
Sekarang, aku memiliki belahan jiwaku sendiri. Ketika mereka bertanya pada Ibu mereka, akan menjadi apa aku? Apa menjadi tampan ataukah kaya?
Maka kujawab, Apa yang terjadi, terjadilah!
Dulu aku adalah anak mu. Semakin lama, semakin beranjak dewasa, aku pun jatuh cinta dan menikah. Kini, anakmu dulu telah menjadi seorang Ibu. Mengajari anaknya hal yang sama bahwa masa depan biarlah menjadi masa depan.
Jangan terlalu memikirkan bagaimana masa depanmu kelak. Akan tetapi, ukirlah masamu yang sekarang.
Duh nyes yahh..
Komentar
Posting Komentar