Sendirian
Hari ini aku keluar rumah, ke jalan, sendirian.
Benar-benar sendirian hingga aku | | |
entahlah, tadi niatnya mo bikin puisi. soalnya abis menyelesaikan satu paragraf Harimau! Harimau! -nya Mochtar Lubis.
ngomong-ngomong soal sendirian, ini bukan satu fenomena yang asing buatku. tapi entah kenapa hari ini terasa beda. secara harafiah aku tidak sendiri, tapi aku sendirian disaat yang sama.
ya, benar. aku sedang di emperan toko, menghadap kota, menghadap jalan yang tidak usah diragukan lagi ramainya. bahkan disamping ku ada kakak-kakak yang tengah menunduk melengok ke hp nya, walau ia sesekali melemparkan pandangan, jauh sekali rasanya, bahkan seperti menembus dinding toko seberang.
tapi tetap saja, yang bisa kuajak ngobrol hanyalah buku-buku yg kupinjam di Ipusnas dan hatiku yang sedang memenuhi blog ini dengan kata-kata.
jujur, sebenarnya sempat terbesit di pikiranku untuk menjadi komedian, bahkan genre sebenarnya dari blog ini adalah komedi, walau belum ada buktinya sih. tapi, niat awalku adalah itu. aku capek memperlihatkan sisi sensitifku. aku orang nya cukup humoris, mengacu pada pendapat temanku, tapi saat ada niat merangkai kata, anehnya, vibe ini lah yang keluar. huft.
tidak teman, sebenarnya aku sedang galau, makanya tulisanku begini.
menggalau ria itu sejatinya mengeringkan emosi. bagaimana tidak, ia menghisap semua perasaan yang meluap. bagai balon yang kempis lalu diisi dengan perasaan dan menggalau ria, mengembung lah ia yang dalam satu kondisi, sesepele apapun, dapat memicu ketidakseimbangan didalamnya dan... ya kalian taula kalau balon di tusuk jarum, masa harus kujelaskan.
aku tidak tau mau tulis apa lagi, sampai jumpa berbulan lagi!
Komentar
Posting Komentar