5 Ciri Jika Kamu Merupakan Seorang Sosiopat. Faktanya, Ini Lebih Bahaya Ketimbang Psikopat!
Kamu mungkin merasa baik-baik saja. Tapi tidak menutup kemungkinan, bahwa kamu sebenarnya mengidap kelainan. Sosiopat atau psikopat, misalnya…
Sosiopat atau sociopath identik dengan sikap menutup diri dan anti-sosial. Egois, sensitif dan agresif juga erat kaitannya dengan kelainan ini. Seseorang yang mengidap sosiopat biasanya tidak secara langsung menyadari bahwa dirinya adalah orang yang ‘aneh’, tapi sebaliknya, lingkungannya lah yang lebih peka.
Kamu jangan terlalu takut atau serius dulu untuk membaca artikel ini, karena Hipwee Tips akan memaparkannya secara ringan dan mudah. Kamu hanya perlu mencermati setiap poin dalam artikel ini, agar menghindari kesalahan arti. So, here we go!
Pahami dulu, apa sih sosiopat itu? Apa bedanya dengan psikopat? Jangan-jangan, kamu juga mengalaminya

are u a sociopath? via techttimes.com
Sosiopat adalah orang yang terganggu mentalnya, dengan gangguan kepribadian yang ditandai dengan ciri-ciri perilaku anti-sosial. Di sisi lain, psikopat adalah orang yang memiliki gangguan kepribadian anti-sosial yang cenderung dengan sifat agresif, sesat, pikiran kriminal dengan perilaku amoral yang tidak memiliki empati dan penyesalan.
Sosiopat juga sering menciptakan skema untuk memanipulasi orang tanpa memerhatikan konsekuensi yang dapat menimbulkan kerugian pada orang tersebut. Ini merupakan salah satu reaksi dari sikap dinginnya, yang menggambarkan kurangnya moral.
Seseorang yang mengidap kelainan ini juga cenderung menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Penampilannya yang biasa saja justru dijadikan kedok, agar semua orang tetap memercayainya. Dia cenderung kharismatik, dan bisa disebut sebagai professional liars atau pembohong yang ulung.
Berikut ini adalah perbedaan sosiopat dengan psikopat

sosiopat vs psikopat via hipwee.com
Meski pada dasarnya sama, sosiopat dan psikopat memiliki perbedaan yang signifikan, yakni pada tingkah laku dan cara mereka memperlakukan orang lain. Keduanya juga berkaitan dengan hal-hal berbau anti-sosial, serta ketidakpekaan terhadap perasaan orang lain di sekitar mereka – enkivillage, wikihow & medicaldaily
1. Seorang sosiopat terlihat biasa saja, seolah tidak ada masalah dalam hidupnya. Tapi, dia hobi memanipulasi orang lain agar tertarik padanya

manipulatif via bustle.com
‘Hobi’ memanipulasi orang lain agar tertarik padanya adalah karakter mendasar yang biasanya dipunyai seorang sosiopat. Dia bahkan tak jarang mengarang sebuah cerita, agar orang lain mudah iba dan tertarik padanya. Dia tidak peduli dengan risiko yang ada, seperti dikucilkan atau bahkan dibenci lingkungan.
Anggapan ‘yang penting gue senang’ biasanya selalu dilontarkan oleh orang-orang sosiopat. So, benar jika mereka dikatakan sebagai anti-sosial.
2. Berbeda dengan psikopat, segala sesuatu yang dilakukan sosiopat tidak lah terencana. Spontan, namun tetap menuntut kepuasan

spontan, tak terencana via mentalfloss.com
Spontanitas yang ada dalam diri orang sosiopat adalah wajar. Dia pandai merangkai kalimat atau kata-kata sebagai sarana ‘penghipnotis’ demi bisa memengaruhi orang lain. Mereka juga disebut sebagai orang yang impulsif (menuruti kata hati), namun tak bisa menata masa depan – bramardianto.comDari sudut pandang kriminal, kejahatan seorang sosiopat biasanya tidak terorganisasi dan spontan, sementara kejahatan para psikopat umumnya direncanakan dengan baik – amazine.co
Tidak hanya dalam pergaulan, kehidupan seorang sosiopat juga biasanya berantakan di bidang keuangan hingga menjalin sebuah hubungan.
3. Egois dan ambisius. Dua karakter ini akan mendominasi diri seorang sosiopat

egois & ambisius via wisegeek.com
“Gue harus naik jabatan bulan ini. Gue bakal nyingkirin si A demi posisi gue di kantor ini. Gue bakal sebar fitnah kalau dia korupsi dan suka bolos!”“Pokoknya, dia harus putus sama pacarnya. Gue nggak rela sampai mati kalau dia sama pacarnya langgeng. Gue bakal lakuin apa aja biar mereka bisa putus, terus musuhan!”
Orang yang menderita gangguan sosiopat cenderung atraktif, menampilkan perilaku yang memanipulasi orang di sekitar mereka, memiliki keinginan untuk memegang kendali atas segala sesuatu dan semua orang di sekitar mereka.
4. Jika kamu merupakan sosiopat, benar dan salah itu cuma ilusi. Yang penting, terus menuruti kata hati

benar atau salah cuma ilusi via wsj.com
Ketika seorang sosiopat sadar bahwa Ibadah merupakan sebuah kewajiban, tapi dia enggan dan takkan pernah mau melakukan. Jika hati dan pikirannya betul-betul berkata TIDAK (meski untuk sesuatu yang benar), dia takkan pernah menjalankannya – www.medicaldaily.com
5. Sangat menutup diri dan mudah dendam serta membenci orang lain juga berpotensi menghasilkan pribadi sosiopat. Please, hati-hati

menutup siri berlebihan via 29secrets.com
Kurangnya empati terhadap orang lain dan digabungkan dengan tampilan perilaku moral abnormal dan ketidakmampuan untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma masyarakat. Beberapa karakteristik lain yang dapat ditampilkan oleh sosiopat adalah mencuri, berbohong, kurangnya penyesalan terhadap orang lain dan terhadap makhluk hidup, perilaku tidak bertanggung jawab, perilaku impulsif, penyalahgunaan alkohol atau obat, melanggar hukum, melanggar hak orang lain bahkan perilaku agresif – enkivillage.com
Kamu mungkin masih terlalu asing dengan istilah sosiopat atau psikopat yang telah dipaparkan tadi. Tapi, bukan ini yang harus menjadi pembelajaran. Berusaha open mind, bijaksana, jujur dan mau menghargai keberadaan orang lain adalah point of view dari artikel ini. Jadi orang yang normal-normal saja sepertinya lebih nyaman, daripada koar-koar demi mendapat sebuah pengakuan
sumber: http://www.hipwee.com/tips/ciri-ciri-seorang-sosiopat/
Komentar
Posting Komentar